Worth

There are people worth abandoned, but no one deserve to be betrayed” -Fala Adinda

Tidak ada yang pantas dikhianati. Kadang, banyak orang menyalahkan dirinya sendiri atas kelakuan yang sebenarnya adalah kebiasaan dari  pasangan nya. Ada manusia yang memang terlahir dengan rasa tak pernah cukup. Ada manusia yang memang menjadikan berkhianat, berjalan diam-diam dan tidak ketahuan adalah sesuatu hal yang mendebarkan dan menantang. Lalu kembali memeluk dan tersenyum pada pasangan nya yang baru saja ia kesampingkan adalah sebuah pencapaian dalam hidupnya. Memang ada jenis manusia seperti itu. Jangan denial.

Seseorang yang aku kenal baik pernah bertanya, “Apa karena aku kurang cantik?” Tidak. Sungguh tidak. Tidak ada perempuan yang tidak cantik di depan laki-laki yang mencintainya. “Tapi, dia lebih memilih mantan nya”. Itu sudah urusan lain. Setidaknya jangan pernah menyalahkan diri sendiri. Hargai dirimu sendiri.

Ada lagi, sahabat baik ku yang sampai sekarang masih tak bisa berhenti merasakan sakit dari kenangan bersama mantan nya karena berulang kali terlihat dengan laki-laki lain. Sungguh, kalian tak akan pernah tau sedalam apa luka karena dikhianati. Kalian tak pernah tau apa yang bisa dilakukan orang yang pernah dikhianati. Seperti sahabat ku ini. Tolong  jangan main-main dengan perasaan orang.

Aku, memang (dulu) katakanlah perempuan pemberi harapan palsu. Tapi, mendua? Tidak. Tak akan pernah ada dua cinta, seperti di dalam raga ini tak ada dua Tuhan.

Daripada dikhianati, lebih baik ditinggalkan. Sakit ditinggalkan tak akan se sakit dikhianati bukan? Aku berkata begini juga karena aku pernah merasa dikhianati, lalu ditinggalkan. Sampai sekarang, masa-masa itu adalah masa paling tak terdeskripsikan dalam hidup ku. (Iya ini bahas kamu)

Satu-satu nya jalan bagi keduanya (ditinggalkan dan dikhianati) adalah dengan memaafkan. Tapi, tolong.. bagi manusia-manusia di luar sana yang memang sudah terlahir dengan rasa tak pernah cukup, tolong untuk sedikit berbenah diri.

Ditulis dengan satu jari menunjuk kalian, dan empat jari menunjuk diri sendiri.

27 November 2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s