What’s next?

Walaupun 2017 sudah lewat tujuh hari, bukankah untuk sebuah resolusi masih berlaku 358 hari lagi?

Tahun ini, alhamdulillah sudah bisa menyelesaikan target S2 dengan nilai yang mudah-mudahan memuaskan. Jadi pegawai tetap juga sudah. Apa lagi yang harus diresolusikan? Buanyak. Tahun ini adalah tahun nya bersenang-senang!

Setelah dipastikan, ternyata tahun ini mungkin akan menjadi tahun nya untuk memuaskan cita-cita dalam hal hiburan dan liburan. Mau lanjut sekolah? masih banyak pertimbangan yang melibatkan beberapa pihak. Mau menikah? Wallahualam kalau jodoh mah direncanain kalau belum ya santai aja dulu. Mau.. apa lagi? Belum tau juga mau apa lagi. Jadi, ya alhamdulillah masih dikasi kesempatan untuk memanjakan diri sendiri, hihi.

Resolusi 2k17

  1. Liburan ke Jepang. Pingin nya sama orang yang tepat sih biar jalan-jalan nya menyenangkan dan gak pake tour guide biar bisa kesesat terus nyasar ke Johny Entertainment, syukur-syukur dianterin pulang sama Yamada Ryosuke.
  2. Mencoba mainan yang menguji adrenalin, seperti paralayang, bungee jumping. Udah sih itu aja. Tapi nggak untuk tornado sama kora-kora ya.
  3. Nonton konser boyband (lagi).
  4. Jadi dosen biar nggak hidup di bawah tekanan
  5. Belajar sesuatu yang ke ibu-ibu an

Segitu aja, hihi semoga tahun ini menjadi tahun yang penuh kebahagiaan untuk ku, untuk orang-orang di dekatku, dan untuk orang-orang di sekitarku. Aamiin

Kenapa ada pertemuan kalau akhirnya berpisah?

 

Why hard to say that I still like it was

Love someone who always surprise me

Someone whose kindness I can’t imagine before

Entah kemana dia sekarang, tak pernah cerita apapun lagi, tak pernah berbagi suka duka nya lagi, di moment2 terpenting dlm hidupnya tak ada lagi bagian diri, sedih ya sedih

Mungkin dia msh ingat dulu panas2an jalan kaki kerumahnya, pulang sekolah jalan kaki ke bawah mampir sebentar untuk makan siang dan lanjut lagi sampai ke halte dan foto berdua yaa hanya foto itu yg ada dan selalu ada kemana-mana

Mungkin dia masih ingat waktu pergi bareng utk daftar di suatu univ di dekat masjid Baitul Atiq

Mungkin jg dia msh ingat ktika kami duduk di sofa kosan cerita sepanjang malam

Mungkin jg dia msh ingat kami prnh merayakan idul adha bersama

Ya semoga dia msh ingat

Memang tak byk kenangan indah yg perlu diingat, yg byk hny kenangan2 tak menyenangkan yg pernah kulakukan padanya

Sekarang

Sepi sekali rasanya

Bukan karna tak ada pilihan lain, tapi karna memang tak mau memilih yang lain

Dia itu berbeda, dia itu mengejutkan, dia itu luar biasa, dan dia itu…

ya dia

Orang yang selalu mendoakanku, orang yang menjadi penyemangatku, orang yang menjadi penguat untuk apa aku berlelah-lelah dari pagi sampai malam bekerja dan ini baru perdana bagaimana nanti wah pasti luar biasa jika bersamanya

ya memang dia dan selalu dia

Banyak sekali yg bilang “move on saja” gampang saja jawabnya “iya, andai saya bisa”

ya memang tidak bisa, kalau memang bisa sudah lama

Sengaja selalu menyibukkan diri agar tak terlalu ingat padanya, dan… hampir paling tidak satu minggu sekali dia selalu datang dalam mimpi apaaaa maunya..bikin tambah galau saja

Tak mudah untuk menebak isi hatinya, tak gampang untuk menerka apa yg dipikirnya, terkadang ada moment yg membuat saya percaya diri untuk terus memperjuangkannya, dan juga terkadang down lagi menyebalkan perasaan ini..tapi seru rasanya, hidup makin bergairah untuk terus mencintai

Saya bukan seorang yg ekspresif utk menyampaikan isi hati, mgkn perlu waktu bersama2 agar itu bisa terlatih, komunikasi yg baik bisa menjadi kunci

Sekarang dia tak lagi disini, ummm entah kapan perginya, pdhl ingin skali mengajaknya pergi brsma ibunya

Sampaikan saja padanya kalau ada yang menunggunya disini, ya selalu menunggunya disini entah masihkah ada jalan untuk kembali tapi pasti ada

Kadang berpikir apa dia sudah punya seseorang ya yg menjadi bagian hidupnya skarang entahlah tak mau kupikirkan hal itu saya yakin dia ya dia inshaa Allah dengan harapan yg sama dgnku, usaha yg sama dgnku, dan yg pasti doa yg sama denganku

“jodoh takkan tertukar” seperti katanya dulu ya inshaa Allah jodohku memang dia, jodohnya memang saya. 

mds. 2014

Pertama kali membaca tulisan yang dikirimkan kepada ku ini 3 tahun yang lalu.

Saat aku masih sedang tidak dalam hubungan yang baik dengan si penulis.

Setelah dibaca ulang, aku bertanya pada diriku sendiri.

Kenapa dulu kita bertahan untuk hanya menyakiti satu sama lain pada akhirnya?

Tapi di balik itu semua, kita menyimpan begitu banyak kenangan dan pelajaran.

Yang mungkin masih mempengaruhi cara berpikir ku.

Yang masih menempa persepsi ku terhadap lelaki.

Yang masih membuat ku harus berjuang melawan keraguan hati.

Sampai saat ini.