Kita ini apa?

Bukan ini bukan postingan galau yang mempertanyakan hubungan antara dua insan. Jadi kalau kalian liat ini lalu main judge ini postingan #kode #galau bukan ya..

Februari kemarin, Indonesia memang lagi panas-panasnya terlepas dari hujan yang hampir setiap hari turun dan sempat membuat Jakarta ‘tergenang’ air. Tapi alhamdulillah ‘genangan’ itu tidak berlangsung lama karena memang hujannya segera berhenti. Iya kan?

Media sosial, khususnya facebook  merupakan tempat paling panas. Buka facebook isi nya itu semua. Masih mending isi facebook tahun 2010 yang isinya hanya doa-doa dan curhatan, tidak seperti sekarang yang isinya kebanyakan kebencian. Semua dijadiin meme, semua dijadiin bahan bercanda. Yang paling tidak masuk di akal ku adalah menjadikan ulama sebagai candaan.

Seaneh-anehnya orang yang suka cari keributan, menurut gue lebih aneh orang yang suka nyinyirin agamanya sendiri (Sumber : http://gitasavitri.blogspot.co.id/2017/02/diam-itu-tidak-selalu-emas.html)

Tidak habis pikir, loh. Bisa-bisanya kita yang bukan apa-apa, baca Alqur’an setiap hari juga belum tentu, mengkritik ulama-ulama yang ilmunya jauh lebih banyak dari kita. Menjadikan ulama sebagai bahan bercanda. Berdiri di garda terdepan untuk membela orang yang jelas-jelas tidak akan pernah mengajak kita ke surga. Apa sih tujuan hidup ini? Ke mana sih? Ke surga kan? Apa orang yang kalian kenal hanya lewat media itu tau kalian sudah ingkar dengan agamamu sendiri dengan menyalahkan ulama? Kenapa? Tidak suka dibilang ingkar? Lalu apa?

Sebenarnya tujuan dan manfaat yang kalian dapat dengan menjelek-jelekkan ulama itu apa? Alasannya apa? Karena kalian tidak suka saja dengan aksi mereka? Bukankah lebih baik diam daripada ikut andil menjelekkan agama yang sudah kalian peluk sedari lahir ini?

Kenapa akhirnya saya bersuara juga karena saya sudah gerah melihat orang muslim tapi sibuk membagi-bagikan postingan yang menghina muslim. Kalau yang buat postingan itu non muslim ya bodo amat, tutup mata. Tapi kalau muslim? Siapa lagi yang akan membela agama ini kalau bukan kita? Mereka sudah mengolok-olok agama kita ini, eh kita juga yang setiap hari lima kali menghadap Tuhan ikut-ikutan. Mau nanti waktu ditanyain malaikat “Agamamu apa?” “Islam” terus malaikat jawab “Lalu kemana kamu waktu agama mu dihina?” “Saya ikut menghina”, yang bicara jari-jari kita. Tidak ada lagi yang membela. Mereka-mereka yang meninggalkan jempol di psotingan mu, yang ikut mendukung postingan mu juga tidak ada lagi. Tidak ada yang bantu menjawab “Iya malaikat, saya setuju dengan dia jadi jangan dhukum”. Tidak ada.

Dan mereka-mereka yang berjalan kaki, tidur di luar masjid, jauh-jauh ke Jakarta mungkin akan lewat dengan santai, sementara kalian tersendat karena masalah sosial media.

Kalian mau disangka keren karena punya otak yang tidak ke-islam-an banget ya? Mau terlihat paling jago soal toleransi ya? untuk siapa? untuk manusia? untuk teman-teman di facebook kalian? untuk follower twitter dan instagram? YANG SAMA SEKALI TIDAK AKAN MEMBANTU KALIAN. Atau karena memang hati kalian sudah begitu batu melihat mereka berbondong-bondong menggunakan pakaian putih membanjiri Jakarta, ada yang jalan kaki, ada yang naik motor, ada yang naik bus, dan bahkan ada yang tidak berkaki, merangkak untuk membela agama kita. Setega itu kalian menghina perjuangan mereka? Sejahat itu kah kalian merendahkan aksi mereka? Mengatakan kalau ini semua percuma lebih baik jihad di Palestina atau Syria? Atau ikut menyuarakan protes untuk Amerika?

Kita ini di mana? Indonesia. Lindungi dulu negara kita tercinta ini. Mau kalian suatu saat Indonesia dijajah lagi? Rakyat pribumi dibumihanguskan, diusir paksa dari tanah kelahiran. Dan wajah-wajah kita yang akan tersebar di facebook, video-video wajah ketakutan kita ada di mana-mana tapi tidak ada satupun yang membantu. Apa kalian kira Bashar al-Assad itu menyortir muslim mana yang mendukungnya waktu itu dan tidak? Tidak. Mati semua. Kena semua. Tidak ada waktu dia menanyai siapa yang mendukung dia. Sama seperti ini.

Satu-satunya tempat kembali itu Allah. Usahakan bila ada pihak yang sedang bertikai, berdirilah kalian di sisi agamamu, Tuhanmu. Setidak suka apapun kalian, walaupun dengan terpaksa. Walaupun dengan hati tertutup sekalipun. Takutlah nanti kalau masa dimana Dajjal muncul, kalian ada di pihak yang salah.

Pikirkan itu baik-baik wahai kalian yang berwawasan.