Ya kamu

Untuk kamu, terima kasih ya. Hadirmu bukanlah sebuah keterpaksaan. Yakinlah ini bukan karena kasihan apalagi sesuatu yang mungkin sekarang kamu pikirkan. Itu tidak benar.

Tetaplah jadi kamu yang seperti ini. Jangan berubah. Walau aku mungkin akan hilang beberapa jam tanpa kabar, atau beberapa hari saat marah jangan takut aku akan pergi. Apalagi kembali. Tidak, sayang. Aku hanya sedikit terdistraksi dari kehidupan yang tidak ada kamu di dalamnya. Seperti bermain bersama teman atau menonton acara televisi. Biar rasa rindu itu tumbuh dan ingin segera bertemu kembali denganmu. Sudah lama aku tidak melihat wajahmu, bukan?

Melihat mu saat ini seperti melihat ku dulu. Tapi aku tidak akan meninggalkanmu. Percaya pada ku. Aku tidak sebrengsek itu. Apalagi pada mu. Tega sekali aku.

Tunggu aku ya. Yakinlah aku tidak seburuk pikiran mu. Apalagi kata-kata orang itu. Jangan dengarkan. Kalau ada yang bilang aku begini dan begitu, jangan dihiraukan. Jangan biarkan mereka merusak rindu yang sudah kita tumpuk lama ini. Jangan.

Sebentar lagi kita akan bertemu, aku rindu suara mu. Aku rindu senyum dan tawamu. Aku rindu cara mu melihatku. Percayalah, aku ini rindu. Aku akan tetap pada mu apapun yang terjadi nanti. Jangan ragu pada ku.

Kadang, seseorang hanya butuh tempat kembali. Dan tempat kembali ku saat ini, ya masih kamu.

Simfoni Kemarahan

Hitam kelam duniaku saat itu, burung-burung berhenti berkicau di hari ku. Pohon-pohon kehilangan daunnya. Sunyi, sepi. 

Hanya ada suara detak jantung dan teriakan dalam diam. Waktu ku terhenti di malam itu. Jiwa ku terenggut. Hati ku mati. 

Mau marah sama siapa? Bingung ku sendiri. Tercabik kenyataan yang sudah menahun ku yakini dalam hati. Terbunuh oleh setiap elusan jari di layar kecil ini. Membeku tubuh ku sementara darah ku mendidih.

Bunuh. Bunuh saja aku yang tak ada artinya ini.

Pieces

You know, why some pieces can not fit together? because they are the same. Like us.

We are those same pieces. How could we fit together if we have the exact same size and curve? and no one wants to change its curve for the other half.

You and i knows each other too damn well, cause you know what’s inside my head and for sure i know what’s inside your head. When you did something and make up a reason, i know deep down what you’re hiding. And You do too.

Sometimes, what comes around goes around. Sometimes we share the same moment. Like we live in a parallel universe. Let me help you understand, when you did something, i did it too. When something happened to you, it happened to me too. And what comes to you, comes to me too. Something like that.

This time, i don’t know what you did or what comes near you that cause me to encounter this condition. So, dear. For this time. Let me be you. And feel it. How does it feel to hear something that i won’t do but deep down you know i’ll do it. Let me filled with the way you think and the way you do.

Cause we are exactly the same pieces. Therefore we always try to seek another chance to find the other pieces that will fit us while waiting each other to sacrifice, to change.

isn’t it? nope?

p.s :

Jodohmu adalah cerminan dirimu. Maka perbaiki, pantaskan diri masing-masing selagi menjemput jodoh kalian yah guys *ting