kaam vaasana

Hei, kamu, maukah bantu aku? Bantu aku menjadi perempuan baik-baik yang dapat percaya dengan mu dengan sepenuh hati ku? 

Pegang tanganku, aku kah yang kamu mau? aku dengan segala masa lalu ku. Terimakah kamu? Dapatkah kamu tidak mengungkit semua salahku di kemudian hari dan menerima aku dengan segala keburukanku? 

Bantu aku percaya pada mu, bantu aku mencintaimu dengan sungguh-sungguh tanpa mengajari ku dengan kesalahan baru. Bantu aku membakar semua jembatan yang ada agar tak ada lagi yang berani menyebrang untuk bertemu aku. 

Aku sedang tenggelam, jangan selamatkan aku hanya untuk menenggelamkan aku kemudian. Pegang tanganku, bakar jembatan-jembatan itu. Miliki aku hanya untukmu. Ajak aku, libatkan aku untuk menyulut api pada jembatan yang ada di sekitarmu juga. Biar, biar kamu untuk ku saja. 

Aku sungguh tidak suka berbagi, apalagi menyangkut kamu. Kamu bukan milik mereka, kamu tidak harus membuat semua orang bahagia. Kamu tidak harus membuat senyum pada setiap bibir perempuan. Cukup aku saja. Aku pun akan menyerahkan seluruh hidupku pada mu. Membela mu bahkan saat seluruh dunia menyalahkan mu. Memegang tangan mu bahkan saat semua orang tak mau menatap mu. 

Aku dulu mungkin memang jahat. Bisa jadi adalah yang paling jahat dari semua perempuan yang pernah kamu temui. Tapi, bantu aku. Keluarkan aku dari aku yang jahat ini. Ambil aku, ajari aku mencintai dengan baik. Ajari aku cara menghargai. 

Aku, sudah tidak mau begini lagi. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s