Simfoni Kemarahan

Hitam kelam duniaku saat itu, burung-burung berhenti berkicau di hari ku. Pohon-pohon kehilangan daunnya. Sunyi, sepi. 

Hanya ada suara detak jantung dan teriakan dalam diam. Waktu ku terhenti di malam itu. Jiwa ku terenggut. Hati ku mati. 

Mau marah sama siapa? Bingung ku sendiri. Tercabik kenyataan yang sudah menahun ku yakini dalam hati. Terbunuh oleh setiap elusan jari di layar kecil ini. Membeku tubuh ku sementara darah ku mendidih.

Bunuh. Bunuh saja aku yang tak ada artinya ini.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s