Simfoni Kemarahan

Hitam kelam duniaku saat itu, burung-burung berhenti berkicau di hari ku. Pohon-pohon kehilangan daunnya. Sunyi, sepi. 

Hanya ada suara detak jantung dan teriakan dalam diam. Waktu ku terhenti di malam itu. Jiwa ku terenggut. Hati ku mati. 

Mau marah sama siapa? Bingung ku sendiri. Tercabik kenyataan yang sudah menahun ku yakini dalam hati. Terbunuh oleh setiap elusan jari di layar kecil ini. Membeku tubuh ku sementara darah ku mendidih.

Bunuh. Bunuh saja aku yang tak ada artinya ini.

My favorite what if

The whole world is built on two words; what if -d.j

I don’t even know when these butterflies starts to knock

Knock all the walls i build, so rebellious

Maybe, i’m just in love with the laugh you gave me

Maybe, i’m just in love with the way you look at me

Maybe, i’m just in love with the way you call me

And another maybe. Cause i, my self, do not know. And please don’t ask me

I know every inch of risk that will hit me

I know i’m drowning.  Just don’t try to help me

I know i’m dying. I let you have the gun loaded with bullets directly pointing at me

And i’m not bulletproof enough

Not anymore

So just please don’t. Whatever happens, just don’t

Don’t pull the trigger

I’m counting on you, cause every step we take will be another what if

But hey, you are my favorite.

What if.

p.s :

Jakarta, pertama puasa di 2017. Mari tebarkan kebaikan dan cinta. Kalau kalian menyukai sesuatu yang indah, jangan malu untuk memuji, katakan what makes you love them. Karena semuanya berhak bahagia. Happy fasting!

Berjalan Tiga

Sudah begitu banyak berubah ya kita?

Tidak, Aku yang banyak berubah.

Kau yang mengubah ku.

Jadi perempuan yang jauh lebih baik.

Aku sendiri merasakan perubahan-perubahan itu di dalam diriku.

Kenapa tidak dari dulu aku seperti ini pada mu?

Di perjalanan kita menuju tiga ini, aku  ingin berterima kasih sebanyak yang aku bisa atas kesabaran mu, atas kelembutan mu, atas kebebasan yang kau berikan pada ku.

Kau tau, saat kau berterima kasih pada ku karena telah sabar untuk mu, aku sungguh tersentak.

Di saat aku tau percis, siapa yang begitu banyak bersabar dengan kelakuan ku.

Yang tetap bertahan di sampingku. Yang tetap berdiri di situ.

Yang selalu ada, saat aku ingin kembali.

Dulu aku sempat kebingungan, apa kau memang sesulit itu untuk dilupakan?

Dan jawaban nya adalah iya. Tak terbayang kalau nanti aku harus melihatmu bahagia dengan perempuan yang bukan aku. Dibuat tersenyum oleh orang lain selain aku.

Dan kini Aku paham perasaan orang-orang sebelum aku.

Kau memang begitu baik. Terlalu baik.

Kenapa kesabaran mu bisa begitu tak terbatas untuk orang seperti aku?

Sehebat apa aku ini bisa dicintai oleh lelaki seperti mu?

Bahkan setelah kau tau semua keburukan ku.

Dia, adalah titik jenuh

Dari semua orang yang pernah hadir dalam hidup ku

Kau adalah sebuah titik jenuh, tempat istirahat ku

Aku tenggelam, dan butuh kau

Dari dulu sampai saat ini, kau adalah sebuah solusi yang tak pernah mati

Tawaran kegilaan dari hati ini adalah mencoba mencintai mu

Sekali lagi

Setelah luka di hati ini sudah tak sanggup kubalut sendiri

Selamat tinggal kekasih hati

Kan ku coba lewati, dunia tanpa huruf De.